Jumat, 06 Februari 2015

WARNA-WARNI DUNIA PERFILMAN INDONESIA



Kalo ngomongin soal film sebenernya bagus apa nggaknya itu tergantung dari selera masing-masing. kalo diibaratkan seperti makanan, ada yang suka pedas, pasti ada juga yang nggak suka, ada yang suka manis, pasti ada juga yang nggak suka, ada yang suka asin ada juga yang benci asin. tapi ingat, terlepas dari soal selera, enak atau tidak enaknya makanan itu mutlak. kalo memang makanannya enak, nggak peduli mereka suka pedas, manis, atau asin pasti mereka suka. begitupun sebaliknya kalo makanannya nggak enak, sesuka apapun mereka terhadap pedas, manis, atau asin tetap aja mereka nggak akan suka. sama seperti halnya film, ada yang suka film komedi, film aksi, film drama, ataupun film horor itu masalah selera. tapi kalo memang filmnya bagus nggak peduli apa genrenya mereka pasti suka. begitupun kalo filmnya jelek, sesuka apapun mereka terhadap genre film tertentu, mereka tetap tidak akan suka.

Sebenernya dunia perfilman di Indonesia masih didominasi sama film-film horor yang berbau sex, udah gitu cuma ngagetin doang, nggak ada serem-seremnya. seharusnya kalo mau bikin film horor nggak perlu pake adegan yang seronok, karena adegan-adegan seronok di film horor itu malah bikin kotor. kalo memang filmnya bagus orang-orang juga pasti suka. karena yang dicari dari film horor itu serem apa nggaknya, bukan seronok apa nggaknya.

Terlepas dari soal film horor yang seronok, Indonesia juga punya film-film yang berkualitas seperti, 3 Nafas Likas, Cahaya Dari Timur, Sebelum Pagi Terulang Kembali, Soekarno, dan Sokola Rimba. dan yang paling penting kelima film tersebut masuk nominasi film terbaik FFI 2014 (tepuk tangan dong, buat gue).
kalo di tahun 2015 ada juga beberapa film yang "katanya" bagus, tapi sayangnya gue sendiri belom nonton. tapi kalo kita lihat dari nominasi di FFI tahun 2014 nggak ada satupun film horor yang ada adegan-adegan seronok yang masuk nominasi. itu berarti tandanya masyarakat Indonesia masih sehat, jadi kita tau mana yang benar-benar berkarya dengan hati, dan mana yang berkarya asal-asalan, yang penting dapet untung. semoga ditahun 2015 nggak ada lagi film dengan adegan seronok, dan yang terpenting banyak lahir film-film yang berkualitas.

Tapi kalo kita ngomongin soal film sebenernya masih banyak teman-teman kita di daerah-daerah yang belum bisa merasakan nonton film di bioskop, mungkin karena di daerahnya nggak ada bioskop, atau mungkin bioskopnya terlalu jauh (saking jauhnya berangkat masih Sma pulang-pulang sarjana).
biasanya orang-orang yang di daerahnya nggak ada bioskop mereka nunggu filmnya ditayangin di tv, atau mungkin nonton di youtube. ini yang memicu terjadinya ritual download film bermula, awalnya iseng-iseng searching akhirnya ada niat buat download, dan akhirnya ketagihan. nggak sedikit juga blogger-blogger yang ngasih link download film, inikan sama aja ilegal, pembajakan. tapi ada juga blogger-blogger film yang nggak ngasih link download, tapi ngasih review ataupun spoiler, dan kadang juga berbagi film-film lama untuk ditonton, tapi bukan untuk didownload.

Sebenernya kalo masalah download dari dulu sampai sekarang masih jadi persoalan, sampai-sampai pernah ada film yang rugi seperti Stand By Me Doraemon, karena filmnya baru tayang beberapa hari di bioskop tapi link downloadnya sudah banyak beredar.
sebenernya masalah download ilegal, atau bajakan itu masalah yang besar tapi sayangnya banyak yang menganggap ini masalah sepele. seharusnya kalo kita mau dihargai sama orang lain, kita juga harus menghargai orang lain. seenggaknya kalo kita nggak bisa beli CD asli, jangan beli yang bajakan. mungkin para blogger atau orang yang menyebar luaskan link download secara ilegal mereka berprinsip, Jangan beli bajakan, Download aja !!! (inikan sama aja bohong). jangan-jangan mereka yang suka nyebarin link download dan yang suka download, dulunya nggak dilahirin, tapi di download.