Friday, March 23, 2018

DIMENSI KEDUA

Malam itu Rendy bersama dua temannya (Akbar dan Damar) seperti biasa sedang nongkrong di sebuah teras sambil ngomongin negara. Obrolan demi obrolan terdengar makin tidak jelas. Mereka sibuk berbicara ngalor-ngidul sampai-sampai tidak sadar mengulang omongan yang sama sampai tiga kali.

"Seharusnya Raja berpihak kepada Rakyat, bukan malah sebaliknya" Rendy berbicara agak keras sambil ngupil.

"Tapi masalahnya penduduk negeri ini hanya cukup untuk bermain sepak bola, itupun hanya bermain gawang satu" Ujar Damar yang sedang suit dengan dirinya sendiri.

"Dari dulu sampai sekarang kita memang tidak pernah bisa lepas dari penindasan. Kita dijajah oleh bangsa sendiri, katanya mereka mau mensejahterakan kita, tapi dari dulu kita masih seperti ini saja" Akbar tidak mau tinggal diam melihat teman-temannya berbicara.

"Apa perlu kita kumpulkan teman-teman yang lain untuk demo?" Rendy mencoba memberi saran.

Akbar dan Damar hanya mengangguk, dan makin lama anggukan mereka semakin cepat, dan ternyata mereka sedang headbang.
Terkadang mereka memang terlihat aneh, pernah suatu waktu Rendy dan Akbar sedang bermain bulu tangkis, dan saat pertandingan selesai yang menjadi pemenangnya adalah Damar. Tidak tahu bagaimana cara mereka menentukan pemenangnya, padahal pada saat itu Damar sedang tidur.

Tapi sebenarnya negara mana yang sedang mereka bicarakan? Dan Negara mana yang jumlah penduduknya hanya cukup untuk bermain sepak bola, itupun hanya gawang satu.
Dan katanya negaranya dipimpin oleh Raja.

"Kalau kita bisa meyakinkan teman-teman yang lain, sekarang juga kita langsung demo" Rendy tetap bersikukuh untuk demo.

"Hari ini kita akan membuat perubahan, tidak ada lagi yang namanya penindasan" Akbar mulai percaya diri.

"Kalo begitu ayo sekarang kita kumpulkan teman-teman yang lain" Damar sudah tidak sabar melakukan aksinya.

"HIDUP RAKYAT !!!" Mereka bertiga teriak sangat keras.
Sampai-sampai mendapatkan perhatian dari seseorang berbadan tegap yang lalu menghampiri mereka.

"Lagi pada ngapain di situ?" Tanya seorang pria berbadan tegap.

Rendy menatap kedua temannya lalu berkata "Yah, gagal lagi.. gimana dong?"

Akbar dan Damar hanya diam saja menanggapi Rendy, mereka sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi.

Pria berbadan tegap itu menghampiri mereka bertiga.

"Sudah malam, ayo kembali ke kamarnya masing-masing. Udah pada minum obat apa belum nih?" Pria berbadan tegap itu mengantar mereka kembali ke kamarnya.

Dan akhirnya Rendy, Akbar, dan Damar kembali ke kamarnya masing-masing. Setelah minum obat, mereka lalu tidur.

Cerita ini hanyalah fiksi belaka, mohon maaf bila ada kesamaan nama, tempat, dan pola pikir. Cerita fiksi ini dibuat untuk memperingati hari ulang tahun Rendy yang tidak tahu kapan tanggalnya.

HANYA ORANG TOLOL



Hanya orang tolol yang selalu merasa dirinya paling pintar, dan hanya orang tolol yang tidak sadar atas dirinya sendiri. Zaman sekarang banyak orang yang seakan-akan paling tahu diantara yang lainnya. Selain itu mereka juga malas berfikir, dan tidak tahu diri. Jangan heran kenapa zaman sekarang banyak orang yang seperti itu, karena orang yang seperti itu bukan hanya satu, bahkan ada banyak. Seperti biasa, berani karena ramai.
Di bawah ini ada beberapa ketololan-ketololan yang sering membuat kita kesal.

SOK TAHU

Banyak orang yang belum benar-benar tahu suatu permasalahan, tapi sudah berani memberikan komentar. Banyak orang yang bahkan tidak tahu apa-apa, tapi berlagak seperti orang yang paling tahu. Apalagi di zaman sosial media seperti saat ini, memang benar-benar bisa memberikan efek positif dan negatif. Efek positifnya kita bisa mendapatkan berita dengan cepat. Dan efek negatifnya kalau kita tidak cermat, berita yang kita dapatkan adalah Hoax.
Orang yang sok tahu akan menyebarkan berita hoax tanpa meneliti kebenarannya. Dan yang paling parah mereka memberikan komentar seakan-akan mereka adalah Albert Einstein. Biasanya yang membuat mereka berani berkomentar pada masalah yang mereka sendiri tidak tahu adalah, karena mereka tidak sendiri. Ya, betul.. di media sosial orang-orang tolol semua bersatu dan punya komunitas.

MALAS BERFIKIR

Orang yang malas berfikir biasanya selalu melakukan kegiatan yang aneh-aneh seperti, memanjat menara sutet, menyebarkan hoax, dan yang lebih parah lagi mereka mengedarkan tepung terigu yang sudah dioplos dengan semen. Orang yang seperti ini di dalam pergaulan biasanya sering dusuruh beli rokok sama temen-temennya.
Malas berfikir dapat menyebabkan terlihat bodoh, dijauhi teman, dan dikucilkan oleh masyarakat. Jadi jangan pernah malas untuk berfikir. Kalau kalian malas berfikir, coba sekali-kali luangkan waktu ke bengkel bubut untuk memeperbaiki diri kalian.

TIDAK TAHU DIRI

Senang berkomentar kepada orang lain, tapi tidak pernah berkaca untuk dirinya sendiri. Senang menyindir orang lain, tapi ketika disindir langsung kejang-kejang seperti orang yang sedang sakaw (mungkin karena sudah beberapa hari tidak mengkonsumsi detergen).
Biasanya orang yang tidak tahu diri selalu merasa dirinya adalah tokoh utama dalam sebuah film, padahal kenyataannya dia hanyalah seseorang yang kebetulan lewat di lokasi shooting dan dimintai tolong untuk memegangi kabel.
Sebelum kita mencari keburukan orang lain, sebaiknya pastikan dulu kalau kita tidak lebih buruk dari orang itu. Ada satu cara supaya kita tidak menjadi orang yang tidak tahu diri, caranya adalah.. menemukan jati diri.

sumber foto : google

Friday, January 5, 2018

MERASA PALING BENAR ADALAH KESALAHAN



Kebodohan masyarakat zaman sekarang. Merasa paling benar, mau mengomentari tapi tidak mau dikomentari, merasa punya kebebasan sampai-sampai merugikan orang lain, siang makan nasi kalau malam minum susu.
Silahkan kalian lakukan apa saja yang kalian suka, asal jangan merugikan orang lain. Silahkan kalian berkomentar apa saja yang kalian mau, tapi jangan pernah merasa sebagai yang paling benar. Kalau kalian merasa kebenaran hanya milik kalian, apa bedanya kalian dengan orang yang tidak pernah merasa salah ?

Jadi teringat apa kata Pidi Baiq, "Kalau kalian benar, jangan merasa paling benar. Begitupun kalau salah, jangan merasa paling salah". Kalau kalian merasa paling benar, nanti suatu saat kalau kalian salah, pasti disalahkan lebih dari biasanya. Tapi kalau kalian tidak pernah merasa paling benar, nanti kalau kalian salah, orang-orang akan memaklumi, "Ah, namanya manusia pasti pernah salah". (Ujar mang Asep, ketua komunitas sepeda goyang di daerah sekitarnya).

Ada seorang teman, sebut saja namanya Rudi (nama sebenarnya). Rudi sering menyindir orang lain, padahal hidupnya tidak pernah lepas dari yang namanya masalah.
Pernah suatu hari dia melihat ada pasangan remaja yang sedang bergandengan tangan. "Mentang-mentang pacaran, kemana-mana gandengan tangan". Kata Rudi, yang sudah menjomblo dari semenjak dia lahir.
Pernah juga suatu hari ada seorang tetangganya yang baru saja membeli sebuah mobil. "Ah, paling nyicil" Kata Rudi, sambil mendorong motornya yang sedang mogok.
Pernah juga waktu itu pada saat di warung kopi, ada banyak temannya yang baru diterima kerja. "Dapet kerja juga karena orang dalem, buat apa ?" Kata Rudi yang sedang meminum ampas kopi, sambil mencari-cari lowongan pekerjaan.

Dari cerita seorang Rudi atau yang dikenal juga sebagai "Rude Boy" (nama samaran). Kita bisa mengambil pelajaran, bahwa masih ada saja orang yang selalu merasa dirinya lebih baik dari orang lain, tapi tidak pernah mau melihat kekurangannya sendiri.
Di dunia nyata, atau di media sosial. Banyak sekali orang yang sering menyindir, menghujat, ataupun membully orang lain. Seakan-akan mereka tidak punya kesalahan, seakan-seakan mereka yang paling benar, seakan-akan mereka adalah tuhan di dunia yang baru (mungkin suatu saat mereka akan tahu rasanya disindir, dihujat, ataupun dibully. Kalo mereka sendiri yang jadi korbannya).
Mulai dari sekarang alangkah baiknya kalau kita melihat apa kekurangan kita, dibanding melihat kekurangan orang lain. Karena disaat kita sibuk mengoreksi kekurangan orang lain, secara tidak langsung kita sedang mengabaikan diri kita sendiri.

Friday, October 20, 2017

TERKADANG EKSPEKTASI BERBANDING TERBALIK DENGAN REALITA



Terkadang apa yang kita bayangkan tidak selalu menjadi kenyataan, kita selalu berfikir bagaimana enaknya dulu, lalu susahnya belakangan. Terkadang kita juga berfikir orang lain yang kita lihat selalu bahagia, padahal belum tentu (bisa saja di depan temannya mereka bahagia, tapi di belakang temannya dia menangis sambil salto ke belakang). Terkadang kita membayangkan menjadi orang lain lebih menyenangkan, dibanding menjadi diri sendiri, padahal siapa tau saja orang yang kita bayangkan adalah pecandu narkoba. Terkadang juga kita membayangkan pekerjaan yang dilakukan orang lain lebih menyenangkan, dibandingkan pekerjaan yang kita lakukan, padahal bisa saja orang yang kita bayangkan di tempat kerjanya dia harus bekerja sambil berdiri menggunakan tangan selama 12 jam (ternyata dia pemain sirkus).

Dalam hal melakukan sesuatu terkadang kita juga terlalu berekspektasi tinggi, sampai pada akhirnya apa yang kita lakukan gagal, baru kita menyadari semua tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Itu mungkin karena kita selalu berfikir apa yang akan kita lakukan sangat mudah, padahal susah. Tapi ada baiknya juga seperti itu, karena ketika kita gagal itu bisa menjadi pengalaman dan pembelajaran supaya kita tidak gagal di kemudian hari (tapi kalau masih gagal lagi, sebaiknya mandi kembang 7 rupa dicampur dengan oli samping 2 sendok teh).

Jangan pernah membayangkan nasib orang lain lebih baik dari kita, cukup bersyukur dengan apa yang kita miliki. Karena kita juga tidak tau bagaimana kehidupan yang dilalui orang lain, bisa saja ternyata hidup kita lebih baik daripada orang yang kita bayangkan. Jangan pernah menaruh harapan terlalu tinggi pada sesuatu hal yang kita sendiri belum tau hasilnya akan seperti apa, lebih baik kalau kita berusaha melakukan yang terbaik kepada apapun yang kita lakukan. Intinya tetap bersyukur, karena kalau kita tidak bersyukur dengan apapun yang kita miliki, itu akan terasa tidak berarti dibanding orang lain.

"Ekspektasi adalah akar dari segala sakit kepala" -Shakespeare

Thursday, October 5, 2017

BERSEMBUNYI DI BALIK AKUN PALSU



Sering kita melihat akun palsu bertebaran di media sosial seperti, facebook, twitter, instagram, youtube, dan lain-lain. Mereka yang menggunakan akun palsu rata-rata sering menyebarkan informasi, dari informasi yang bermanfaat, sampai informasi yang sesat (alias HOAX). Ada juga yang memang membuat akun palsu atau anonim hanya untuk bersenang-senang (mungkin supaya lebih terlihat millenial).

Inilah contoh beberapa motif orang menggunakan akun palsu di media sosial.

Menyebarkan Hoax

Biasanya orang yang menyebarkan berita palsu atau Hoax tidak pernah menggunakan akun asli, kecuali dia orang yang memiliki gangguan kejiwaan. Karena orang yang dengan sadar menyebarkan Hoax adalah orang yang tidak bertanggung jawab, makanya menggunakan akun palsu. Alasannya sudah jelas mereka takut diciduk, tapi akun palsu tidak berpengaruh bagi cyber crime, karena tekhnologi mereka sudah sangat canggih. Maka dari itu kalian yang suka menyebarkan Hoax dengan akun palsu, Waspadalah.. Waspadalah.

Terobsesi Menjadi Seleb Di Medsos

Orang yang terobsesi menjadi seleb di medsos tapi tidak kesampaian, biasanya membuat akun anonim dengan nama yang unik, supaya mudah diingat. Karena terlalu terobsesi maka tidak jarang mereka mencari sensasi, dari yang membuat gaduh di medsos, sampai ada juga yang membuat drama perselingkuhan (intinya supaya mereka cepat terkenal). Ada juga cara instan supaya terkenal tanpa membuat drama, minta saja dipromosikan seleb medsos lain (jangan lupa untuk membelikan gorengan, kalau sudah dipromosikan).

Meneror Orang Lain

Motif yang memang benar-benar terkesan pshyco, niat sekali membuat akun palsu hanya untuk meneror orang lain. Ada beberapa motif dibalik teror dengan akun palsu ini, diantara lain mungkin karena pacarnya direbut, sirik, punya dendam terselubung, atau mungkin juga passion (agak aneh memang).

Supaya Lebih Percaya Diri

Biasanya orang suka tidak percaya dengan dirinya sendiri padahal hanya di medsos, maka dari itu akun palsu adalah jawabannya. Mereka memodifikasi akun medsosnya seperti apa yang mereka inginkan, karena kalau menggunakan akun asli mungkin mereka takut jati dirinya terungkap (mungkin mereka suka aneh-aneh di medsos). Atau mungkin juga supaya lebih percaya diri untuk Menyebarkan Hoax, Terobsesi Menjadi Seleb Di Medsos, dan Meneror Orang Lain.

Diantara penggunaan akun palsu atau anonim di atas, apakah kalian satu diantaranya ?
Kalau iya, coba sekali-kali berkonsultasilah dengan tukang tambal ban terdekat.

Sunday, September 24, 2017

LAKUKAN YANG INGIN KALIAN LAKUKAN



Lakukan apa saja yang ingin kalian lakukan, dan jangan lupa berani bertanggung jawab atas apa yang kalian lakukan. Jarang sekali orang bisa melakukan apa yang diinginkannya, dikarenakan banyaknya faktor. Contoh kecil, banyak orang yang berhenti berkarya, bekerja, atau berdagang hanya karena omongan orang lain. Omongan orang kadang berpengaruh terhadap mental kita, tapi kenapa juga kita harus mendengarkan omongan yang tidak penting. Anggap saja hinaan, dan cacian sebagai suara dari tukang tambal ban yang merangkap sebagai roker yang suaranya tidak layak untuk didengar, cara mengatasinya ? Ya, jangan didengerin.
Jangan pernah takut dengan omongan orang lain yang merendahkan kita, selagi mereka tidak memberi kita makan, minum, tempat tinggal, kuota internet, dan biaya keperluan lainnya, santai saja. Selama bendera kuning belum berkibar, kita harus tetap berjuang.

Selagi yang kita lakukan tidak melanggar hukum, atau melanggar hak hidup orang lain jangan pernah takut untuk melakukannya.
Banyak orang yang ragu-ragu untuk mengambil keputusan dalam hidupnya, padahal apa yang ingin dilakukan belum pernah dicoba sama sekali. Sampai pada akhirnya semua yang ingin dilakukan hanya menjadi angan-angan, kalau sudah begitu, hanya penyesalan yang akan datang.
"Ikuti kata hati, lakukan dengan niat, dan jangan lupa berdo'a supaya apa yang kalian ingin lakukan setidaknya mendapatkan hasil".

Jadikanlah semua yang kalian lakukan itu pilihan, bukan paksaan. Kalau kalian mau membuat sesuatu di bidang usaha, buatlah sesuai keinginan kalian, jangan pernah mengikuti trend yang sedang naik daun, karena biasanya yang namanya trend itu hanya sesaat. Kalau kalian mau berkarya, buatlah karya yang kalian suka, dan yang paling penting itu adalah karya original dari kalian, bukan hasil copy-paste. Kalau kalian ingin bekerja, lakukanlah dengan niat, cintailah apa yang kalian kerjakan, karena kalau soal pekerjaan sepertinya kita harus meninggalkan sedikit idealisme kita. Tapi semua kembali lagi kepada kalian, kalau mau bekerja sesuai bidang yang diinginkan silahkan dicoba, siapa tau berhasil.

"Hanya kerbau yang dicucuk hidungnya, yang mau disuruh-suruh.
Hanya burung yang keluar dari sangkarnya, yang bisa terbang bebas"

Wednesday, September 20, 2017

CARA MENGATASI DEPRESI



Menurut berbagai sumber, Depresi adalah keadaan di mana seseorang merasakan beban pikiran yang terlalu berat, mengalami kemunduran dalam hidup, merasakan sepi, atau bahkan ada yang bilang depresi adalah gangguan mental kejiwaan. Depresi bisa mempengaruhi perasaan, pola pikir atau mungkin juga pola makan seseorang. Jadi kesimpulannya adalah, orang yang mengalami depresi pasti tidak enak (ya iyalah jamblang).

Tidak perlu berlama-lama lagi, mari sama-sama kita simak beberapa cara untuk mengatasi depresi yang mungkin akan membuat kalian yang tidak depresi menjadi depresi, dan yang depresi menjadi tambah depresi.

LIBURAN

Kalian yang merasakan depresi mungkin kurang liburan, karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, atau mungkin karena terlalu sering tidur. Cobalah sekali-kali ajak teman, pacar, keluarga, atau guling kesayangan kalian untuk liburan. Kalau bisa berliburlah yang jauh, jangan sekali-kali berlibur ke tempat yang malah membuat kalian tambah depresi seperti... Kuburan, Material, dan Tempat Pembuangan Sampah.

BERMAIN GAME

Bolehlah sekali-kali bermain game untuk mengatasi depresi, asalkan jangan sampai lupa waktu. Jangan pernah bermain game yang rumit, bermainlah permainan yang mudah untuk dimenangkan. Usahakan kalau kalian bermain game, cukup hanya mengulang-ulang level 1, supaya kalian tidak tambah depresi.

BERBAGI CERITA

Bebagilah cerita dengan teman, pacar (kalau punya), bahkan keluarga (Usahakan untuk yang satu ini jangan berbagi cerita kepada guling kesayangan kalian). Ungkapkan apa yang membuat kalian depresi, supaya perasaan menjadi lega. Atau bisa juga berkonsultasi dengan dokter, atau psikolog. Kalau mereka tidak bisa memberikan solusi, minimal kalianlah yang menularkan beban depresi kepada mereka (lumayan jadi ada temennya).

BERSEMEDI

Hilangkan semua beban pikiran dengan cara bersemedi, renungkan apa yang membuat kalian depresi, lalu tarik nafas dalam-dalam, dan dalam hitungan ketiga kalian akan tertidur... (lah malah jadi hipnotis).
Terkadang kita perlu menyegarkan pikiran, carilah tempat yang nyaman dan sepi untuk bersemedi, usahakan melakukan semedi dalam keadaan berpuasa 7 hari 7 malam, jadi nanti kalau semedi kalian gagal menghilangkan depresi, minimal kalian dapat ilmu kodam.

Kalian bisa mengikuti cara di atas untuk mengatasi depresi, atau bahkan menambah depresi. Semuanya kembali kepada kalian, pola pikir kalianlah yang menentukan, apakah beban pikiran kita akibat depresi bisa hilang atau tidak.